Please wait...
Jika gangguan saat memuat halaman, coba refresh browser
Workshop Kurikulum Berbasis OBE Prodi PLS UPR
Berita 120 Dilihat

Dalam rangka mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) lulusan yang mudah terserap di dunia kerja, maka Prodi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) FKIP Universitas Palangka Raya (UPR) menyelenggarakan workshop kurikulum berbasis Outcome Based Education atau OBE, secara Hybrid, Rabu (19/06/2024) pagi.

Kegiatan yang memadukan cara online dan offline ini, berlangsung di Aula pertemuan Prodi PLS FKIP UPR, dengan menghadirkan 2 (dua) orang narasumber berkompeten, yakni Prof. Dr. H. Mustofa Kamil, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Drs. Fauzi Eko Pranyono, M.Pd. dari Dit. PMPK, Kemendikbudristek RI.

Rangkaian kegiatan diskusi juga dipandu oleh moderator Dr. Kusnida Indrajaya, M.Si. (Kepala UPT Perpustakaan Universitas Palangka Raya yang diikuti oleh dosen, mahasiswa dan alumni, serta beberapa stakeholder dan mitra kerja dari Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya.

Pada Sambutannya, Dekan FKIP Universitas Palangka Raya, Dr. Rinto Alexandro, MM., melalui Wakil Dekan III FKIP UPR, Dr. Gunarjo Suryanto Budi, M.Sc menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome Based Education atau OBE yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya.

Menurutnya, Kurikulum OBE ini sejalan dengan program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dari Kemendikbudristek RI. Dimana, kurikulum berbasis OBE merupakan sistem pendidikan yang dirancang berfokus pada outcome, dan tidak hanya berpusat pada mata kuliah dan bobot SKS yang harus diselesaikan, tapi juga disertai dengan berbagai keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri sehingga kurikulum ini dinilai sangat penting, dalam upaya mempersiapkan SDM yang berkualitas.

“Artinya, kurikulum juga harus dirancang dengan menekankan pada proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa sehingga pembelajaran terjadi penuh dengan interaktif dan inovatif. Dimana, mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya tidak hanya diarahkan untuk memahami teori perkuliahan saja namun juga akan dibekali dengan berbagai keterampilan yang diharapkan dapat menjadi modal dasar, saat mereka (lulusan, red) ini kelak memasuki dunia kerja,” ujar Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan FKIP UPR, Dr. Gunarjo Suryanto Budi, M.Sc, saat memberikan sambutan melalui sambungan Zoom Meeting, Rabu (19/06/2024) pagi.

Ia pun mengatakan kurikulum berbasis OBE ini juga dimaksudkan untuk mempersiapkan mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya, supaya dapat menjadi SDM lulusan yang Unggul, Berkarakter dan Berdaya Saing Global, sejalan dengan kebutuhan dunia industri sekarang ini yang menginginkan adanya SDM berkualitas, memiliki kompetensi, keterampila dan siap kerja.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya, Dr. Muhamad Affandi, MPd., menyampaikan kegiatan workshop kurikulum berbasis OBE ini memiliki banyak tujuan yang sangat penting, khususnya untuk Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya ke depan.

“Workshop ini sangat penting, terutama untuk menyelaraskan antara kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum yang akan kami rancang di tingkatan program studi nantinya. Jadi, melalui kegiatan ini kami juga ingin memastikan materi-materi perkuliahan apa-apa saja yang dianggap benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia industri sehingga para lulusan dari Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya, dapat dengan mudah terserap di dunia kerja,” ucapnya.

Dr. Muhamad Affandi pun mengatakan, pada kegiatan workshop kurikulum berbasis OBE, pihaknya juga mengikutsertakan para alumni, stakeholder terkait dan mitra kerja dari Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya, guna mendapatkan sumbang saran dan pemikiran terkait perbaikan kurikulum yang akan dirancang.

“Kemudian, tak kalah pentingnya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam rangka persiapan perubahan nomenklatur nama Prodi Pendidikan Luar Sekolah menjadi Prodi Pendidikan Masyarakat, sesuai dengan Kepdirjen Dikti, Riset, dan Teknologi Nomor 163 Tahun 2022,” ujarnya.

Menurut Dr. Muhamad Affandi, sebenarnya ada banyak ‘PR’ yang harus diselesaikan. “Disamping merancang design kurikulum, kami juga saat sedang mempersiapkan perubahan nomenklatur nama program studi. Jadi, kami sangat berharap melalui kegiatan workshop hari ini, bisa mengakomodir kedua hal tersebut,” ujarnya lagi.

Tak hanya itu, ia pun berharap melalui kegiatan workshop hari ini, bisa memiliki dampak positif untuk kemajuan Prodi Pendidikan Luar Sekolah FKIP Universitas Palangka Raya, dan masyarakat pun bisa semakin mengenal Prodi Pendidikan Luar Sekolah Universitas Palangka Raya secara lebih luas lagi.