Sumber:
Dokumentasi LPD Kalteng
Tim dosen dan mahasiswa dari
Prodi Pendidikan Luar Sekolah berkolaborasi dengan dosen Sendratasik, FKIP, UPR
melakukan penelitian mengenai peran Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Provinsi
Kalimantan Tengah dalam mengembangkan pendidikan masyarakat melalui kegiatan
pelestarian budaya lokal. Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap
peran perempuan dalam menjaga identitas budaya di tengah arus perubahan sosial
yang semakin cepat. Adapun tim peneliti terdiri atas Endah Yusma Pratiwi, Ade
Yusuf Ferudyn, Mardiana, Nawung Asmoro Girindraswari, Cani C. Nababan, dan
Nurul Latifah.
Menurut tim peneliti, LPD
Kalimantan Tengah selama ini berperan penting dalam menjaga dan memperkenalkan
kembali berbagai produk budaya lokal, seperti anyaman (tas) dan makanan
tradisional. Melalui kegiatan tersebut, lembaga tidak hanya melestarikan
nilai-nilai budaya, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran bagi masyarakat
untuk memahami makna budaya Dayak dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan LPD Kalteng masih
mengikuti kegiatan LPDN, namun ini tidak menjadi masalah, mereka bisa
bersinergi. Kegiatan seperti seminar, bazar, pelatihan membuat lamang dan
kenta, selalu menyisipkan tari Manasai ketika ada kegiatan, itu menjadi cara melestarikan
budaya sekaligus memberikan pendidikan kepada masyarakat terutama pengurus dan
anggota lembaga tersebut. Selain itu juga menumbuhkan kesadaran identitas dan
nilai kebersamaan sesuai falsafah rumah betang,” ujar ketua peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa LPD Kalteng menjalankan beberapa program, tetapi masih banyak berfokus
pada pelaksanaan program dari pusat sementara program mandiri masih terbatas.
Oleh karena itu, tim peneliti merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas
anggota, pembuatan dokumentasi budaya sebagai media pembelajaran, serta
penyelenggaraan pelatihan yang melibatkan masyarakat luas agar lembaga dapat
lebih mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan
pentingnya dukungan kelembagaan dan pendanaan jangka panjang dari pemerintah
daerah untuk memastikan keberlanjutan kegiatan pelestarian budaya yang dipimpin
oleh perempuan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi berbagai
untuk bersama-sama memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku utama dalam
pendidikan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Dari hasil penelitian, peneliti
membuat policy brief yang dapat dijadikan acuan oleh Lembaga maupun
pemerintah provinsi.