Please wait...
Pastikan hapus cache browser Anda jika gagal memuat halaman
Dosen PLS Teliti Peran Lembaga Perempuan Dayak Kalimantan Tengah dalam Pendidikan Masyarakat melalui Pelestarian Budaya
Berita 20 Dilihat

 

Sumber: Dokumentasi LPD Kalteng

Tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Luar Sekolah berkolaborasi dengan dosen Sendratasik, FKIP, UPR melakukan penelitian mengenai peran Lembaga Perempuan Dayak (LPD) Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengembangkan pendidikan masyarakat melalui kegiatan pelestarian budaya lokal. Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap peran perempuan dalam menjaga identitas budaya di tengah arus perubahan sosial yang semakin cepat. Adapun tim peneliti terdiri atas Endah Yusma Pratiwi, Ade Yusuf Ferudyn, Mardiana, Nawung Asmoro Girindraswari, Cani C. Nababan, dan Nurul Latifah.

Menurut tim peneliti, LPD Kalimantan Tengah selama ini berperan penting dalam menjaga dan memperkenalkan kembali berbagai produk budaya lokal, seperti anyaman (tas) dan makanan tradisional. Melalui kegiatan tersebut, lembaga tidak hanya melestarikan nilai-nilai budaya, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami makna budaya Dayak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan LPD Kalteng masih mengikuti kegiatan LPDN, namun ini tidak menjadi masalah, mereka bisa bersinergi. Kegiatan seperti seminar, bazar, pelatihan membuat lamang dan kenta, selalu menyisipkan tari Manasai ketika ada kegiatan, itu menjadi cara melestarikan budaya sekaligus memberikan pendidikan kepada masyarakat terutama pengurus dan anggota lembaga tersebut. Selain itu juga menumbuhkan kesadaran identitas dan nilai kebersamaan sesuai falsafah rumah betang,” ujar ketua peneliti.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPD Kalteng menjalankan beberapa program, tetapi masih banyak berfokus pada pelaksanaan program dari pusat sementara program mandiri masih terbatas. Oleh karena itu, tim peneliti merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas anggota, pembuatan dokumentasi budaya sebagai media pembelajaran, serta penyelenggaraan pelatihan yang melibatkan masyarakat luas agar lembaga dapat lebih mandiri dan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya dukungan kelembagaan dan pendanaan jangka panjang dari pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan kegiatan pelestarian budaya yang dipimpin oleh perempuan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi berbagai untuk bersama-sama memperkuat posisi perempuan sebagai pelaku utama dalam pendidikan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Dari hasil penelitian, peneliti membuat policy brief yang dapat dijadikan acuan oleh Lembaga maupun pemerintah provinsi.